NEWBIE


Membangun Jaringan Komputer / Local Area Network (LAN)

Virtualisasi: Satu Hardware Banyak Server

Installasi Domain Controller

Membangun File Server

Internet dengan Mikrotik




WHAT WE LEARN


DAPATKAN TUTORIAL OFFLINE NEWBIE SECTION SEHARGA Rp. 30.000,-







darinolSHOP

HOSTING SPACE

SPACE
DATA TRANSFER
HARGA (Rp.)
10 MB
1 GB
10.000
15 MB
1 GB
15.000
30 MB
1 GB
30.000
50 MB
1 GB
48.000
60 MB
1 GB
55.000
100 MB
1 GB
90.000
120 MB
1 GB
100.000
200 MB
2 GB
140.000
300 MB
3 GB
200.000
500 MB
5 GB
315.000
600 MB
6 GB
330.000
1000 MB
10 GB
495.000

FITUR HOSTING

EMAIL
FILE MANAGEMENT
LOG MANAGEMENT
  Unlimited Email Account
  Backups
  Latest Visitors
  POP/SMTP
  Backup Wizard
  Bandwith
  Forwarders
  File Manager
  Webalizer
  Auto Responders
  Web Disk
  Webalizer FTP
  Default Address
  FTP Account
  Raw Access Logs
  Mailing Lists
  FTP Session Control
  Analog Stat
  User Level Filtering
  Error Log
  Account Level Filtering
  E-mail Deliver Route
FANTASTICO DE LUXE SCRIPTS
  Import Addresses / Forwarders
BLOGS
CONTENTS MANAGEMENT
  E-Mail Authentication
  b2evolution
  Drupal
  MX Entry
  Nucleus
  Geeklog
  Spam Assasin
  pMachine Free
  Mambo Open Source
  WordPress
  PHP-Nuke
DATABASES
  phpWCMS
  MySQL Databases
CUSTOMER RELATIONSHIP
  phpWebSite
  MySQL Databases Wizard
  Crafty Syntax Live Help
  Post-Nuke
  phpMyAdmin
  Help Center Live
  TYPO3
  Remote MySQL
  osTicket
  Xoops
  PostgreSQL Databases
  PerlDesk
  PostgreSQL Databases Wizard
  PHP Support Tickets
DISCUSSION BOARDS
  phpPgAdmin
  Support Logic Helpdesk
  phpBB2
  Support Services Manager
  SMF
DOMAIN MANAGEMENT
  Sub Domains
E-COMMERCE
IMAGES GALLERIES
  Addon Domains
  CubeCart
  4Images Gallery
  Parked Domains
  OS Commerce
  Coppermine Photo Gallery
  Redirects
  Zen Cart
  Gallery
SECURITY
POOLS AND SURVEYS
WIKI
  Password Protected Directories
  Advanced Poll
  PhpWiki
  IP Deny Manager
  phpESP
  TikiWiki
  Leech Protect
  PHPSurveyor
  GNUPG Keys
DAN MASIH BANYAK LAGI...

NAMA INTERNET/DOMAIN NAME

DOMAIN
PERIODE
HARGA (Rp.)
.com
1 tahun
125.000
.net
1 tahun
125.000
.org
1 tahun
125.000
.info
1 tahun
125.000
.biz
1 tahun
125.000
.us
1 tahun
125.000
.eu
1 tahun
135.000
.co.uk
1 tahun
175.000
.in
1 tahun
185.000
.mobi
1 tahun
270.000
.asia
1 tahun
245.000
.name
1 tahun
125.000
.tv
1 tahun
300.000
.ws
1 tahun
175.000
.bz
1 tahun
200.000
.cc
1 tahun
215.000
.tel
1 tahun
215.000
.me
1 tahun
265.000
Halo para newbie!! Pada Newbie Section ini kita akan bahas bagaimana membangun sebuah jaringan kantor dan tentu saja dimulai darinol, dari membangun fisik jaringan seperti pengkabelan sampai membangun file server yang terintegrasi dengan Active Directory. Dijamin para Newbie akan langsung bisa menguasai jaringan komputer dengan mudah dan layak mendapat gelar Network Administrator. Oh ya, bila ingin implementasi tutorial yang ada di darinol, bisa langsung dicoba pada jaringan yang benar-benar baru atau bila jaringan sudah established, cobalah menggunakan VMWare Workstation. Kita bisa banyak meng-install Sistem Operasi di sana dan juga bisa membangun virtual lab. Setelah paham apa yang didapatkan, silahkan implementasi pada jaringan sesungguhnya. Bila ada kesulitan silahkan bertanya pada bagian komentar yang telah disediakan, dan jangan ragu untuk bertanya. Jika bermanfaat silahkan isi testimonialnya dan jangan lupa kunjungi darinolSHOP. Gw menyediakan eBook Darinol untuk anda yang ingin membaca tutorial ini secara offline. Gw tunggu kunjungan anda! Hanya ini yang bisa gw berikan kepada kalian walau cuma dasar saja yang gw ajarin, selanjutnya kalian kembangkan sendiri. Guys selamat belajar!! Sekarang kita akan coba membangun salah satu jaringan fisik pada sebuah Local Area Network, yaitu membuat kabel jaringan. Beberapa alat yang diperlukan adalah: 1. Kabel UTP Category 5e (Cat. 5e), untuk kabel ini biasanya dipakai merek Belden 2. Connector RJ-45, klo bisa beli yang AMP original saja. Udah murah kok 3. Tang Crimping Tool, untuk menyatukan Connector RJ-45 dengan Kabel UTP 4. Cable tester, untuk pengecekan terakhir apakah kabel berfungsi baik atau tidak 5. Cutter, untuk membuang kulit UTP 6. Gunting, untuk meratakan ujung kabel UTP Sebelum kita memulai pengerjaan meng-crimping kabel, baiknya kita mengenal dua jenis susunan kombinasi warna yaitu Straight Cable dan Cross Cable (Null Modem) Susunan warna untuk kabel straight adalah: Ujung Pertama dan Ujung Kedua: Putih Orange Orange Putih Hijau Biru Putih Biru Hijau Putih Coklat Coklat Straight Cable berguna untuk menghubungkan dua device yang berbeda jenis, seperti: Router ke Switch Hub, Komputer ke Switch Hub Lalu jenis lainnya adalah susunan Kabel Cross (Null Modem): Ujung Pertama: Putih Orange Orange Putih Hijau Biru Putih Biru Hijau Putih Coklat Coklat Ujung Kedua: Putih Hijau Hijau Putih Orange Biru Putih Biru Orange Putih Coklat Coklat Rumus gampangnya adalah... pada salah satu ujung kita menukar Orange dengan Hijau :p Sedangkan kegunaan Cross Cable adalah untuk menghubungkan dua jenis device yang sama seperti: Router Cisco ke Switch Cisco, Komputer ke Komputer (Null Modem), Switch Hub ke Switch Hub. Halaman Utama | darinolSHOP -= You can HIRE ME!! =-- NEWBIE Membangun Jaringan Komputer / Local Area Network (LAN) Virtualisasi: Satu Hardware Banyak Server Installasi Domain Controller Membangun File Server Internet dengan Mikrotik Membuat Kabel Jaringan Halaman: Sekarang kita akan melakukan Crimping pada RJ-45 ke Kabel UTP, caranya adalah sebagai berikut: 1. Kita buang kulit pembungkus kabel UTP dan mengeluarkan 4 pasang kabel yang ada di dalamnya. Buanglah kulit sepanjang 3cm dari ujung. 2. Setelah pembungkus kabel lepas, sekarang kita urutkan kabel berdasarkan jenis yang kita inginkan, baik jenis straight maupun cross cable. Contoh di bawah ini adalah mengurutkan jenis kabel Straight. 3. Setelah diurutkan selajutnya kita rapikan kabel tersebut. Ini pekerjaan yang agak sulit sebab tangan akan terasa sakit untuk mengurutkannya, tapi lama kelamaan akan kapalan kok tuh tangan :D gak terasa lagi deh sakitnya.. wkwkwkkw.. 4. Begini gambar kalau kabelnya sudah rapi 5. Setelah itu kita ratakan ujung kabel dengan memotong menggunakan gunting. Trik di sini adalah potong ujung kabel menggunakan gunting tetapi sisakan kabel sepanjang 2cm dari ujung pembungkus yang telah kita potong tadi dengan cutter. 6. Masukkan ujung kabel itu ke dalam Connector RJ-45 dengan posisi Connectornya terbalik (pengait RJ-45 di posisi bawah). Dua hal yang harus diperhatikan: Pertama, tekan kabel ke dalam sampai ujung-ujung kabel berada di dasar Connector RJ-45 dengan rapi. Kedua, pastikan pembungkus kabel juga masuk ke dalam Conector RJ-45, ini berguna agar Connector tidak mudah lepas. Bila kedua hal ini tidak diperhatikan maka kemungkinan transfer data yang loss akan semakin besar. 7. Tekanlah dengan Crimping Tool dengan kuat, sampai ujung-ujung kabel dalamnya terluka dengan tembaga Connector RJ-45. 8. Test-lah hasil Crimp anda menggunakan kabel tester. Cara melihatnya, untuk kabel straight maka lampu pada kedua alat tersebut akan menyala berurutan dari 1 sampai 8, bila ada salah satu lampu mati berarti ada kabel yang tidak ter-crimping dengan sempurna. Crimp-lah lagi menggunakan Crimping Tool, bila masih mati lampu indikatornya berarti harus di ulang pemasangan connector-nya dengan memotong ujung dan membuang connector tersebut. Sedangkan untuk Cross Cable menggunakan rumus 1-3, 2-6. Bila indikator sebelah kiri nyala pada no 1 maka sebelah kanan nyala pada no 2 dan bila pada indikator sebelah kiri nyala no 2 maka sebelah kanan akan nyala no 6. selebihnya perhatikan nyalanya lampu indikator, bila ada yang mati maka ikuti langkah pada tulisan di atas. Ok sekarang anda sudah bisa membuat kabel jaringan, pasanglah kabel tersebut pada perangkat-perangkat yang anda kehendaki. Cheers. Apa itu virtualisasi? Gampangnya adalah... dalam satu hardware kita bisa install beberapa Operating System. Dan kita gak perlu beli hardware server lagi yang harganya puluhan juta hanya untuk install DHCP server sama DNS... huff... mahal bow... Windows Hyper-V Server 2008 R2 adalah server khusus dan simpel yang hanya digunakan untuk virtualisasi dengan membuat environment standar agar kita bisa meng-install beberapa server di dalamnya, gak lebih gak kurang. Agar hardware bisa di install Windows Hyper-V Server 2008 R2, diperlukan spesifikasi: 1. Processor harus mendukung 64bit dan mendukung Intel VT atau AMD-V. 2. Memory 2GB untuk Hyper-V Server-nya, dan memory untuk guest-guest yang akan diinstall. Kita akan berencana untuk meng-install File Server menggunakan Windows Server 2008 R2 dan memakai 2GB, Update Server juga menggunakan Windows Server 2008 R2 menggunakan 2GB. Totalnya adalah 6GB. Masih bingung? Lanjut aja ke menu berikutnya... praktek langsung saja biar paham.. :p Di sini penulis menggunakan hardware Server Proliant ML350G4p dengan 8 HDD SAS 73GB Hot Plug. Untuk harddisk di setting RAID 1/Mirror untuk harddisk 0 dan 1, 2 dan 3, 4 dan 5 sehingga ada 4 Harddisk Dynamic. Rencananya adalah Harddisk 0 untuk Hyper-V Server 2008 dan Domain Controller menggunakan Windows Server 2008. Harddisk 1 untuk File Server menggunakan Windows Server 2008, Harddisk 2 untuk Update Server menggunakan WSUS pada Windows Server 2008. Dan terakhir Harddisk ke 3 untuk E-Mail Server menggunakan Exchange 2007 dan Windows Server 2008. Untuk Gateway, penulis menyarankan memakai RouterBoard Mikrotik level 4 dengan 4 ethernet. Dan untuk switch bisa menggunakan Merek 3COM atau lainnya. Instalasi dan Konfigurasi Hyper-V Langkah awal adalah download terlebih dahulu Hyper-V-nya, gratis kok dari Microsoft. Langsung saja ke halaman download-nya yaitu di http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=48359dd2-1c3d-4506-ae0a-232d0314ccf6&displaylang=en. bila telah berubah coba langsung saja ke website resminya deh di http://www.microsoft.com/virtualization/products/server/default.mspx. Setelah didownload, kita akan dapetin file GRMHVxFRE1_DVD.iso sebesar 1,5GB. Bakarlah file tersebut ke sebuah DVD menggunakan software Nero atau lainnya. Setelah itu, masukkan DVD tersebut ke Server anda sehingga kita bisa memulai proses instalasi seperti yang tertera pada film di atas. Nyalakan Server-nya dan booting pada DVD-ROM. Langkah awal akan muncul Windows is Loading Files, tunggu beberapa saat. Setelah itu akan muncul pilihan bahasa, pilihlah "My Language is English". Setelah itu ada pilihan Language to install, kita skip saja untuk bagian ini dengan tekan tombol Next. Pada License Terms, checked pada I accept the license term lalu tekan tombol Next. Hyper-V Manager Halaman: Pre-Installation Hyper-V Manager pada Windows 7 Ok sebelum kita meng-install Hyper-V Manager kita harus siapkan konfigurasi yang dibutuhkan untuk melakukan koneksi ke Hyper-V Server. Selanjutnya kita akan memasang IP Address yang satu network dengan Hyper-V server yang sudah kita install sebelumnya. Click pada icon network di tray icons (yang ada jam sebelah kanan bawah), lalu pilih Open Network and Sharing Center. Pada bagian View your active networks, click Local Area Network. Setelah muncul Local Area Network Status, click tombol Properties. Pada contoh penulis mematikan IPv6 :D iseng aja sih. lalu pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) dan click Properties. Dan sekarang isi: IP Address : 10.61.0.20 Subnet Mask : 255.255.255.0 Default Gateway : 10.61.0.254 Preferred DNS server : 10.61.0.2 Alternate DNS server : 10.61.0.254 Click OK. Pada Windows 7 akan muncul Set Network Location, kita pilih Work network dan Close. Langkah selanjutnya adalah kita mengaktifkan atau membuat user Administrator dengan password Bu773rfl1, user dan password ini harus sama persis dengan user dan password yang ada di Hyper-V sebagai authentikasi awal. Caranya adalah kita buka Control Panel dari Start Menu > Control Panel setelah masuk window Control Panel, pada kanan atas View By: Category kita ganti jadi View By: Small-icons. Setelah itu pilih Administrative Tools > Computer Management. Setelah window Computer Management terbuka expand Local Users and Groups lalu pilih Users. Pada window sebelah kanan click kanan pada Adminsitrator dan pilih Properties. Pada window Administrator Properties hilangkan centang pada Account is disabled. Click Apply lalu OK. Sekarang kita akan set passwordnya, click kanan kembali pada user Administrator dan pilih Set Password. Pada Set Password for Administrator pilih Proceed. Isi Bu773rfl1 pada New Password dan Confirm Password. Click Ok jika berhasil dan tutup semua window. Satu langkah lagi yaitu kita memberikan Allow Access pada DCOM Config untuk Anonymouse User untuk melakukan Remote Desktop. Click pada start menu dan pada textarea isi dcomcnfg lalu enter. Pada window Component Services, expand Component Services > Computers lalu click kanan pada My Computer dan pilih Properties. Pada windows My Computer Properties pilih COM Security. Pilih Edit Limits pada bagian Access Permissions. Pada window Access Permissions pilih ANONYMOUS LOGON dan click Allow pada bagian Remote Access. Click Ok untuk menutup semua window. Ok, karena untuk konek ke Hyper-V harus memakai login administrator dan password Bu773rfl1 sekarang kita akan melakukan switch user. Pada start menu pilih pada menu Shutdown > Switch User. setelah itu Login dengan user Administrator dan password Bu773rfl1. Instalasi Virtual Machine Halaman: Bagian ini kita akan mempelajari cara meng-install Virtual Machine dan kita ambil contoh untuk meng-install sebuah Domain Controller menggunakan Windows Server 2008 R2, untuk konfigurasi nanti akan dibahas lebih spesifik pada menu masing-masing server. Pada menu paling kanan di Hyper-V Manager, click New > Virtual Machine. Pada menu Before You Begin kita click next saja. Selanjutnya pada menu Specify Name and Location, kita isi Name: JKTDC1. Pada menu Assign Memory untuk Memory kita isi 1024 MB atau setara dengan 1GB. Rekomendasi adalah 2048MB atau setara 2GB bila memungkinkan. Click Next. Lalu pada Configure Networking, pilih Connection: LAN agar si Virtual Machine nanti bisa koneksi dengan jaringan LAN kantor dan click Next. Pada menu Connect Virtual Hard Disk, pilih Create a virtual hard disk dan isi Sizenya 50GB. Untuk Active Directory hard disknya gak perlu besar-besar tapi resource lainnya seperti Memory atau Processor kalau bisa yang terbaik. Untuk Name dan Location biarkan default karena kita melakukan instalasi di partisi yang sama dengan system Hyper-V Server, lalu click Next. Pada menu Installation option dan karena kita akan segera melakukan instalasi maka pilihlah Install an operating system from a boot CD/DVD-ROM dan pilih Physical CD/DVD drive ke nama drive CD/DVD drive anda berada. Lalu click Next. Pada menu Completing the New Virtual Machine Wizard, click Finish Kembali ke Hyper-V Manager, kita lihat sudah terbentuk satu Virtual Machine yaitu JKTDC1 dengan State Off dan beberapa saat kemudian State berubah jadi ON atau Virtual Machine sudah runnning. Untuk melakukan koneksi ke Virtual Machine, double click pada Virtual Machine tersebut maka akan muncul windows Virtual Machine Connection dengan status Connecting to 'JKTDC1'. Bila Virtual Machine Connection meminta username dan password, isilah username Administrator dan password JKTBu773rfl1 dan kita centang bagian Remember My Credential dan click OK. Kita akan masuk ke Virtual Machine Connection dan bisa menampilkan secara full screen dengan CTRL-ALT-BREAK Terlihat Virtual Machine langsung melakukan instalasi dari DVD-ROM yang telah kita masukkan tadi. OK sampai di sini saja untuk instalasi Virtual Machine.Dan Anda sudah menguasai Hyper-V Server sekarang... ;) mantab gan!! Konfigurasi Domain Controller Halaman: Kita lanjut pada konfigurasinya. Setelah instalasi selesai, kita akan diminta untuk merubah Administrator Password, tekan OK pada pilihan tersebut. Karena kita meng-install Windows Server 2008 ini di pusat atau di site Jakarta, isi passwordnya dengan JKTBu73rfl1, ingat password harus kompleks minimal 8 karakter, pertama huruf besar yang lain kecil dan terakhir angka. Isi password itu dua kali dan tekan tanda panah kanan atau tombol enter. Bila muncul "The Password has been changed" tekan OK. Setelah itu kita akan masuk dan muncul Start Menu. Kita akan di suguhkan menu untuk inisialisasi server ini yaitu muncul window Perform the following tasks to initially configure this server. Kita akan memulai mengkonfigurasinya mulai dari menu teratas. Pada bagian pertama yaitu Provide Computer Information kita pilih Set time zone. Ketika muncul window Data and Time kita click Change time zone dan set time zone kita menjadi GMT+07:00 lalu click OK, setelah itu sesuaikan dengan Jam kita dan click OK untuk menutup window ini. Kembali ke menu utama, sekarang kita pulih Configure networking. Setelah muncul window Network Connection, double click pada Local Area Connection. Muncul window Local Area Connection Status dan click Properties. Muncul lagi deh (banyak amat ya) window Local Area Connection Properties, matikan fungsi IPv6 (kalau dipakai tidak perlu di matikan) dengan menghapus centang pada Internet Protocol version 6 (TCP/IPv6). Setelah itu pilih Internet Protocol version 4 (TCP/IPv4) dan click Properties. Isi data sebagai berikut: IP Address : 10.61.0.2 Subnet Mask : 255.255.255.0 Gateway : 10.61.0.254 Preferred DNS : 10.61.0.2 Alternate DNS : 10.61.0.254 Click OK lalu Close. Tutup window Network Connections lalu kembali ke menu utama. Pada menu utama kita pilih menu ketiga pada bagian pertama yaitu Provide computer name and domain. Pada computer description kita isi: Jakarta Domain Controller 1, lalu click Change. Pada window Computer Name/Domain Changes kita isi Computer name: JKTDC1 dan click OK. Nanti akan muncul window warning agar kita melakukan restart click OK lalu Apply. Ada permintaan restart, pilih Restart Now dan server akan otomatis terestart. Setelah restart login-lah kembali dan kembali ke menu inisialisasi. Instalasi Active Directory Halaman: Pada menu inisialisasi pilih Add roles pada bagian ketiga (Customize this Server). Akan muncul windows Add Roles Wizard, click next pada menu Before You Begin. Maju ke menu Select Server Roles, centang Role Active Directory Domain Services lalu click Next. Pada menu Active Directory Domain Services click saja Next. Dan maju ke menu Confirmation click Install. Maka fitur Active Directory Domain Services akan di install pada komputer. Pada menu Result, click saja Close, atau kalau mau baca-baca ya silahkan :p. Sekarang kita akan melakukan promote server ini untuk menjadi Domain Controller. Pada Start Menu > Command Prompt dan ketik dcpromo lalu enter. Muncul windows Active Directory Domain Services Installation Wizard click aja Next. Dilanjutkan dengan window Operating System Compability, click saja Next. Pada window Choose a Deployment Configuration pilih Create a new domain in a new forest, click Next. Pada window Name the Forest Root Domain isi FQDN of the forest root domain: darinol.enterprise (ingat! jangan pakai root domain memakai .net, .com, .co.id, etc. Agar kita bisa membedakan mana yang terkoneksi internet dan lokal saja), dan yang akan muncul pada layar login hanyalah kata DARINOL saja, Click Next. Pada Set Forest Functional Level kita pilih Windows Server 2008 agar fitur-fitur terbaru yang ada di Windows Server 2008 ini dapat dipergunakan dan ingat setelah ini kita tidak bisa mem-promote Windows Server 2003 atau Windows Server 2000 menjadi Domain Controller. Click Next. Window akan memulai mencari DNS Server, karena tidak menemukan maka pada window Additional Domain Controller Options kita diharuskan meng-install DNS Server, click saja Next. Muncul error Static IP Assignment terjadi bila kita masih mengaktifkan IPv6, pilih saja Yes. Muncul error karena DNS karena DNS belum terinstall pada server ini (ingat kita setting Preferred DNS ke 10.61.0.2, yaitu server ini sendiri) click saja Yes. Pada windows Location for Database. Log Files, and SYSVOL click saja Next. Pada Directory Service Restore Mode Administrator Password, kita samakan saja Password dan Confirm Password-nya yaitu JKTBu773rfl1. Oh ya password ini berguna kalau kita ingin me-restore Active Directory dari backup. Pada window Summary click Next. Maka instalasi Active Directory akan dimulai, tunggu beberapa saat dan pada window Completing the Active Directory Domain Service Installation Wizard click Finish dan Restart Now. Setelah window restart maka akan muncul perubahan yaitu ketika hendak memasukkan password, User sudah berubah menjadi Darinol\Administrator, Darinol di sini merupakan nama NETBIOS Domain yang telah terinstall Login lah menggunakan password JKTBu773rfl1 dan kembali ke menu inisialisasi. Sekarang kita akan mengaktifkan Remote Desktop agar server ini bisa kita remote dari komputer manapun tentunya komputer di dalam satu jaringan. Ok sekarang click pada menu Enable Remote Desktop, dan pada window System Properties pilih pilihan kedua, bila muncul window warning click saja OK dan tutup semua window dengan click apply dan OK. Dan konfigurasi terakhir adalah kita akan mematikan firewall di server ini. Caranya adalah pada menu inisialisasi pilih menu Configure Windows Firewall, setelah muncul window Windows Firewall pilih menu Turn Windows Firewall on or off pada menu sebelah kiri. Pilihlah ketiga pilihan Turn off Windows Firewall lalu tekan OK. dan tutup window Windows Firewall. *kedips kedips..* chayooo!!!!! Setting OU, Groups dan Users Halaman: Ok sekarang kita akan melakukan setting-setting yang diperlukan untuk Active Directory yaitu setting Organizational Units, Groups dan Users. Oh ya setting kali ini memerlukan strategi yang matang agar nantinya kita tidak perlu merubah hal-hal kecil yang akhirnya akan menambah interaksi kita di Active Directory sehingga akan memmperbesar kemungkinan kita melakukan kesalahan fatal! Jadi pikirkan matang-matang yah baru implement. Tetapi di sini penulis memberikan contoh yang sebenarnya bisa diimplementasikan secara global untuk organisasi anda. Untuk yang pertama kita akan memisahkan OU untuk site-site yang berbeda dan nantinya kita akan memisahkan juga sumber dayanya. Untuk yang pertama kita akan membuat OU untuk site Jakarta yaitu OU=Jakarta. Langkahnya kita buka Active Directory Users and Computers dari Start Menu > Administrative Tools > Active Directory Users and Computers dan expand darinol.enterprise. Click kanan pada darinol.enterprise lalu pilih New > Organizational Unit. Pada windows New Object > Organizational Unit isi Jakarta, biarkan Protect container from accidental deletion dicentang, lalu OK. Terbentuklah satu OU=Jakarta di bawah darinol.enterprise. Sekarang kita akan melakukan beberapa setting OU sebagai tempat untuk membuat dan mencatat sumber daya site Jakarta. Yaitu OU=Users sebagai tempat Users dan Groups, OU=Computer sebagai tempat semua Komputer yang ada di site Jakarta dan terakhir OU=Servers sebagai tempat untuk server-server yang ada di site Jakarta. Langkah pembuatannya sama saja tetapi pastikan kursor anda pada OU=Jakarta, lalu click kanan > New > Organitational Unit. Pada windows New Object > Organizational Unit isi Users, biarkan Protect container from accidental deletion dicentang, lalu OK. Terbentuklah satu OU=Users di bawah OU=Jakarta. Selanjutnya kita buat kembali untuk OU=Computers. Pastikan kursor anda pada OU=Jakarta, lalu click kanan > New > Organitational Unit. Pada windows New Object > Organizational Unit isi Computers, biarkan Protect container from accidental deletion dicentang, lalu OK. Terbentuklah satu OU=Computers di bawah OU=Jakarta. Terakhir kita buat kembali untuk OU=Servers. Pastikan kursor anda pada OU=Jakarta, lalu click kanan > New > Organitational Unit. Pada windows New Object > Organizational Unit isi Servers, biarkan Protect container from accidental deletion dicentang, lalu OK. Terbentuklah satu OU=Servers di bawah OU=Jakarta. Konfigurasi File Server Halaman: Kita lanjut pada konfigurasinya. Setelah selesai instalasi. Kita diminta untuk merubah Administrator Password, tekan OK pada pilihan tersebut. Karena kita meng-install Windows Server 2008 ini di pusat atau di site Jakarta, isi passwordnya dengan JKTBu73rfl1, ingat password harus kompleks minimal 8 karakter, pertama huruf besar yang lain kecil dan terakhir angka. Isi password itu dua kali dan tekan tanda panah kanan atau tombol enter. Bila muncul "The Password has been changed" tekan OK. Setelah masuk pada Start Menu. Kita akan di suguhkan menu untuk inisialisasi server ini yaitu muncul window Perform the following tasks to initially configure this server. Kita akan memulai mengkonfigurasinya mulai dari menu teratas. Pada bagian pertama yaitu Provide Computer Information kita pilih Set time zone. Ketika muncul window Data and Time kita click Change time zone dan set time zone kita menjadi GMT+07:00 lalu click OK, setelah itu sesuaikan dengan Jam kita dan click OK untuk menutup window ini. Kembali ke menu utama, sekarang kita pulih Configure networking. Setelah muncul window Network Connection, double click pada Local Area Connection. Muncul window Local Area Connection Status dan click Properties. Muncul lagi deh (banyak amat ya) window Local Area Connection Properties, matikan fungsi IPv6 (kalau dipakai tidak perlu di matikan) dengan menghapus centang pada Internet Protocol version 6 (TCP/IPv6). Setelah itu pilih Internet Protocol version 4 (TCP/IPv4) dan click Properties. Isi data sebagai berikut: IP Address : 10.61.0.3 Subnet Mask : 255.255.255.0 Gateway : 10.61.0.254 Preferred DNS : 10.61.0.2 Alternate DNS : 10.61.0.254 Click OK lalu Close. Tutup window Network Connections lalu kembali ke menu utama. Pada menu utama kita pilih menu ketiga pada bagian pertama yaitu Provide computer name and domain. Pada computer description kita isi: Jakarta File Server 1, lalu click Change. Pada window Computer Name/Domain Changes kita isi Computer name: JKTFILE1 dan pada bagian Memberof pilih Domain dan isi darinol.enterprise lalu click OK. Ketika muncul window Windows Security pada username isi Darinol\administrator dan password isi: JKTBu773rfl1. Setelah itu akan muncul window Computer Name/Domain Changes yang berisi Welcome to the darinol.enterprise domain, berarti kita berhasil melakukan join domain untuk server JKTFILE1 ini. Click OK, dan nanti akan muncuk window warning agar kita melakukan restart click OK lalu Apply. Ada permintaan restart, pilih Restart Now dan server akan otomatis terestart. Setelah restart login-lah kembali, tetapi sekarang usernamenya berubah menjadi Darinol\administrator tetapi password sama JKTBu773rfl1 dan kembali ke menu inisialisasi. Selanjutnya kita akan meng-enable Remote Desktop, dari menu inisialisasi click Enable Remote Desktop lalu pilih allow connection from computers runnings any version of Remote Desktop (less secure). Bila muncul windows warning click saja OK. Lalu tutup window dengan click Apply lalu OK. Terakhir kita akan mematikan firewall. Pilih menu Configure Windows Firewall, pada window Windows Firewall pilih menu di sebelah kiri Turn Windows Firewall on or off dan pilih opsi Turn Off dari ketiga network location yang ada. Click OK untuk menutup window ini. Membuat Shared Folders Halaman: Inti dari File Server adalah Shared Folders yaitu kita membuat folder share untuk data agar memudahkan user mengakses data yang dapat dipakai bersama dan juga tersentralisasi untuk memudahkan pengarsipan. Strategi kita untuk membuat shared folders adalah sebagai berikut: Kita akan membagi tiga buah folder utama yaitu Users, Departments dan Public. Folder Folder users adalah folder yang diberikan kepada user secara individual. hanya user yang bersangkutan yang dapat melihat isi folder tersebut. Folders deparment adalah folder yang dapat diakses bersama-sama untuk semua staff di department yang bersangkutan, dan terakhir folder Public adalah folder yang datanya dapat diakses oleh semua staff secara Read-Only (hanya dibaca tidak dapat dirubah isi atau di delete), tetapi staff departmen dapat melakukan perubahan pada folder department masing-masing. berguna untuk men-share data yang di perlukan department lain. Sekarang kita lanjut ke pembuatan folder-folder tersebut. Login-laj pada JKTFILE1 dengan login DARINOL\administrator. Masuk ke windows explorer dengan click icon windows explorer di toolbar start menu. Pada window Windows Explorer, expand Computer dan pilih Local Disk (C:), dan pada window sebelah kanan kita click kanan pada area kosong dan pilih New > Folder, dan kita namakan Data. Nanti di bawah folder Data inilah letak shared folders yang kita bicarakan tadi. Masuk ke folder Data dengan double click pada folder tersebut. Sekarang kita akan membuat tiga folder yaitu Users, Departments dan Public. Caranya sama yaitu click kanan pada area kosong dan Pilih New > Folder dan ganti nama folder tersebut dengan Users. Ulangi dua kali lagi untuk membuat folder Departments dan Public. Double click pada folder Departments, dan sekarang kita akan membuat folder berdasarkan Departemen-departemen yang ada dan kita buat berdasarkan hierarky organisasi. Tentu kita masih ingat ketika membuat Groups kan? Ok untuk level teratas pada folder Departments ini kita buat tiga buah folder yaitu General Management, Support Division dan Program Division. Caranya sama yaitu pada area kosong dan Pilih New > Folder dan ganti nama folder tersebut dengan General Management. Ulangi dua kali lagi untuk membuat folder Support Division dan Program Division. Sekarang kita double click pada folder Support Division dan kita akan membuat folder departemen-departemen yang ada pada divisi ini yaitu Administration, Human Resources, Finance dan Information Technology. Caranya sama yaitu pada area kosong dan Pilih New > Folder dan ganti nama folder tersebut dengan Administration. Ulangi dua kali lagi untuk membuat folder Human Resources, Finance dan Information Technology. Dan terakhir kita akan membuat folder untuk manager divisi Caranya sama yaitu pada area kosong dan Pilih New > Folder dan ganti nama folder tersebut dengan Support Division Manager. Sekarang kita double click pada folder Program Division dan kita akan membuat folder departemen-departemen yang ada pada divisi ini yaitu Marketing, Research, Data Processing. Caranya sama yaitu pada area kosong dan Pilih New > Folder dan ganti nama folder tersebut dengan Marketing. Ulangi dua kali lagi untuk membuat folder Research, Data Processing. Dan terakhir kita akan membuat folder untuk manager divisi Caranya sama yaitu pada area kosong dan Pilih New > Folder dan ganti nama folder tersebut dengan Program Division Manager. Untuk folder Public isinya sama persis dengan folder Departments ini, tetapi ada bagian khusus untuk kita bahas karena terkait dengan security tiap folder. Security pada Shared Folders Halaman: Security untuk Folder Data Kita akan membuat security untuk folder data agar setiap user dapat melihat folder-folder yang ada di dalam folder Data ini tetapi tidak bisa melihat file-file yang ada di dalamnya kecuali folder individual mereka dan folder deparment mereka. Masuk ke windows explorer dengan click icon windows explorer di toolbar start menu. Pada window Windows Explorer, expand Computer dan pilih Local Disk (C:). Click kanan pada folder Data lalu pilih Properties. Pada window Data Properties pilih tab Security lalu click Advanced. Pada window Advanced Security Settings for Data click Change Permissions. Hilangkan centang pada include inheritable permissions from the object's parent, agar securitinya gak ngikutin Drive C. Muncul window Warning Security click saja Add agar permissions sebelumnya tetap exist. Kita akan melakukan perubahan pada group Users, terlihat pada daftar permissions ada dua buah setting permissions untuk groups Users, kita hilangkan saja salah satu dengan meletakkan kursor di salah satu groups Users dan click Remove. Lalu letakkan kursor pada group Users yang lainnya dan click Edit. Pada window Permission Entry for Data pastikan Apply to adalah ke This folder, subfolders and files. Pada bagian permissions, hilangkan centang pada Traverse folder / execute data dan pastikan tanda centang hanya pada List Folder/Read Data, Read Extended Attributes dan Read Permissions. Tutup window dengan click OK dan kembali pada window Advanced Security Settings for Data beri centang pada Replace all child object permissions with inheritable permissions from this object agar semua folder di bawah mengalami perubahan yang sama. Click Apply lalu akan muncul window Security Warning click saja Yes. Lalu tutup semua window. Sharing untuk Shared Folder Halaman: Sekarang kita akan men-share folder-folder Departments, Public dan Users agar bisa diakses oleh client. Masuk ke windows explorer dengan click icon windows explorer di toolbar start menu. Pada window Windows Explorer, expand Computer dan pilih Local Disk (C:), lalu masuk ke folder Data. Click kanan pada folder Departments lalu pilih Properties. Pada window Departments Properties click Advanced Sharing, dan pada window Advanced Sharing beri tanda centang pada Share this folder. Biarkan Share name-nya sesuai dengan nama foldernya lalu click permissions. Pada window Permissions for Departments remove-lah Group Everyone dengan meng-click tombol Remove. Setelah itu click Add dan pada window Select User, Computer, Service Account, or Group, isi Authenticated Users lalu click Check Names, bila nama yang kita isi betul tulisan akan berubah dan diberi garis bawah, click OK. Pada bagian Permissions pilih Full Control lalu click Apply dan tutup semua window. Silahkan diulangi kembali untuk folder Public dan Users, sama persis kok. :p Setting GPO untuk Shared Folders Halaman: Sekarang kita akan men-setting Group Policy Object pada Domain Controller agar semua user langsung secara otomatis dapat mengakses ke semua shared folder yang telah kita buat. Pada Start menu pilih All Programs > Administrative Tools > Group Policy Management. Pada window Group Policy Management expand Forest: darinol.enterprise > Domains > darinol.enterprise > Jakarta > Users. Click kanan di Users lalu pilih Create a GPO in this domain, and link it here. Pada window New GPO isi name dengan Shared Folders dan click OK dan terbentuklah GPO dengan nama tersebut. Click kanan pada GPO tersebut lalu pilih Edit. Expand User Configuration > Preferences > Windows Settings. Wah sekarang GPO sudah semakin mudah terlihatnya dan ada kemajuan daripada GPO pada Windows Server 2003, di sini terlihat ada setting-an untuk Drive Maps. Ok sekarang click kanan pada Drive Maps > New > Mapped Drive. Yang pertama kita akan melakukan mapping untuk folder Users. Pada New Drive properties, pilih Action Update. Dan pada location isi "\\jktfile1\users\" lalu tekan F3 untuk melihat variabel-variable yang ada dan pilih LogonUser lalu click select. maka pada location tulisan akan seperti ini "\\jktfile1\users\%LogonUser%". Pada Label as isi "Bussiness Folder for" lalu tekan F3 dan pilih LogonUser lalu click select. Maka pada Label as tulisan akan seperti ini "Bussiness Folder for %LogonUser%". Pada Drive Letter pilih Use X:, knapa kita pilih X? agar nantinya tidak bentrok dengan flash disk atau drivc tambahan seperti CD-ROM dll. Pada Hide/Show this drive dan Hide/Show all drives pilih Apply dan OK. Selanjutnya kita akan melakukan mapping untuk folder Departments. Pada New Drive properties, pilih Action Update. Dan pada location isi "\\jktfile1\departments". Pada Drive Letter pilih Use Y:, dan pada Hide/Show this drive dan Hide/Show all drives pilih Apply dan OK. Terakhir kita akan melakukan mapping untuk folder Public. Pada New Drive properties, pilih Action Update. Dan pada location isi "\\jktfile1\public". Pada Drive Letter pilih Use Z:, dan pada Hide/Show this drive dan Hide/Show all drives pilih Apply dan OK. Selesai?? belum :p tau gak kalau tadi kita mapping ke Drive X seharusnya user tersebut langsung terkoneksi dengan folder individunya? Maka kita harus membuat folder individu tersebut. Caranya kita buka Active Directory Users and Computers, dari Start Menu > Administrative Tools > Active Directory Users and Computers. Pada window Active Directory Users and Computers, cari user Esti Mulyani (sebagai contoh saja) lalu click kanan pilih Properties. Pada window Esti Mulyani Properties pilih tab Profile, dan di bagian Home Folder pilih Connect, lalu pilih Drive X: dan isi To: \\jktfile1\users\%username% dan click Apply. Maka folder emulyani akan ter-create di bawah folder Users di server JKTFILE1. Sekarang kita akan paksa GPO agar segera aktif dengan start menu > Command Prompt > lalu ketik "gpupdate /force" dan enter. Selesai, nanti ketika user login pada komputernya mereka akan langsung terkoneksi dengan folder-folder tersebut. Apa itu Mikrotik? Halaman: Mikrotik adalah operating system yang dibangun dengan Kernel Linux v2.6, operating system ini berguna sebagai router untuk routing, firewall, gateway internet, gateway hotspot, bandwidth management, VPN Server dan lain sebagainya. Mikrotik adalah solusi murah dan powerful untuk perusahaan. Bentuk Mikrotik itu bermacam-macam yaitu CD Image (file ISO), file ini bisa di download gratis dari website dari http://www.mikrotik.com/download.html, tetapi konfigurasinya hanya bertahan 24 jam sampai kita beli lisensinya. Bentuk kedua adalah DOM (Disk On Module) bentuknya seperti Harddisk yang sangat kecil yang langsung kita colokkan pada slot IDE atau SATA (tergantung kita beli jenis mana) pada komputer. Lisensinya sudah termasuk di dalam DOM tersebut. Bentuk ketiga adalah RouterBoard, bentuk adalah hardware yang ditanamkan mikrotik di dalamnya biasanya memiliki beberapa ethernet card. Instalasi dan Upgrade Mikrotik Halaman: Instalasi Mikrotik Pada tutorial kali ini kita akan menggunakan Mikrotik sebagai gateway Internet tetapi menggunakan CD Image. Jadi setelah di download file iso tersebut dari http://www.mikrotik.com/download.html, burn-lah CD tersebut pada CD kosong. Lalu kita siapkan hardware PC yang menpunyai HDD dan dua buah Ethernet Card, satu untuk internet dan satu lagi untuk jaringan LAN. File lainnya yang harus di download adalah All Packages dan satu file lagi yang kita mesti download adalah Winbox, software ini berguna untuk me-remote Mikrotik. Download pada halaman website tadi pada bagian Tools/Utilities lalu Winbox configuration tool. Setelah itu bootinglah komputer tersebut dengan CD Mikrotik tadi, langsung akan tampil menu instalasi, di sana tertera banyak paket yang bisa di install. Kita akan install semua kecuali XEN karena masih dalam eksperimen. Tekan huruf a untuk memilih semua paket lalu bawa kursor ke pake XEN dan tekan spasi untuk menghilangkan tanda X. Setelah itu tekan huruf i untuk memulai instalasi. Bila ada pertanyaan Do you want to keep the old configuration? [y\n]: kita pilih n, karena kita instalasi baru dan tidak ada konfigurasi sebelumnya. Setelah itu akan muncul Warning: all data on the disk will be erased! Continue? [y\n], kita pilih y saja. Maka mikrotik akan memulai instalasi, setelah restart dua kali maka instalasi akan selesai. Cepat banget bukan? Konfigurasi IP Address Halaman: Sekarang kita akan mengkonfigurasi IP Address dan melakukan setting NAT agar semua komputer client mendapatkan Internet. Kita akan melakukan konfigurasi dengan data sebagai berikut: IP Address Public : 202.202.202.202 Netmask : 255.255.255.224 atau prefix /27 Gateway : 202.202.202.193 Primary DNS : 202.202.202.193 IP Address LAN : 10.61.0.254 Netmask : 255.255.255.0 Primary DNS : 10.61.0.2 Alternate DNS : 10.61.0.254 Silahkan login ke Mikrotik dengan menggunakan Mac Address. Setelah masuk langkah pertama kita akan inisialisasi Ethernet Card dengan memberikan nama pada masing-masing Ethernet yang nanti akan memudahkan kita untuk melakukan setting. Silahkan click Interfaces pada menu sebelah kiri. Pada window Interface List ada tertera dua ethernet card di sana. Click pada ether1 maka akan terbuka window Interface , dan rubah Name jadi Internet. Berarti nanti pada ethernet yang pertama ini kita pasang kabel dari ISP. Selesai tekan OK. Click pada ether2 maka akan terbuka window Interface , dan rubah Name jadi LAN. Berarti nanti pada ethernet yang pertama ini kita pasang kabel ke jaringan LAN kita. Selesai tekan OK. lalu tutup window Interface List. Selanjutnya kita akan pasang IP Address pada kedua ethernet tersebut. Pilih menu IP > Addresses maka akan muncul window Address List. Di sana terlihat ada default configuration, kita delete saja dengan click pada default configuration dan tekan tombol "-" pada menu di atas. Pertama kita akan setting IP Publik yang kita dapatkan dari ISP. Untuk menambah IP Address tekan tombol "+" pada menu di atas. Pada window New Address isi pada Address: 202.202.202.202/27, pastikan interface pada Internet lalu click Apply. Maka Network dan Broadcast akan otomatis terisi, lalu click OK untuk menutup window ini. Pertama kita akan setting IP jaringan LAN kita. Untuk menambah IP Address tekan tombol "+" pada menu di atas. Pada window New Address isi pada Address: 10.61.0.254/24, pastikan interface pada LAN lalu click Apply. Maka Network dan Broadcast akan otomatis terisi, lalu click OK untuk menutup window ini. Konfigurasi NAT untuk Internet Halaman: Pada window Address list sudah ter-set dua buah IP Address untuk router mikrotik ini. Sekarang kita akan melakukan routing agar semua permintaan untuk Internet (seperti browsing, chatting, dll) menuju IP Public 202.202.202.202/27 tadi. Kata "semua" dalam jaringan komputer berarti IP address 0.0.0.0/0, maka kita akan men-setting IP address tersebut pada tabel routing di mikrotik. Ok yang kita lakukan adalah memilih menu IP > Routes dan akan muncul window Route List. di sana sudah tertera dua buah jaringan komputer yaitu jaringan IP Public dan jaringan IP LAN yang tadi kita setting. Ok sekarang kita akan menambahkan list baru dengan menekan tombol "+" pada menu di atas. Pada jendela New Route dan Tab General, isi Destination: 0.0.0.0/0 dan Gateway: 202.202.202.193 (Gateway pada ISP) lalu click OK. Dan terlihat di window Route List telah tambah satu routing lagi yaitu untuk jaringan 0.0.0.0/0. Sekarang kita akan melakukan setting NAT untuk Internet, agar semua client dapat meng-akses internet dengan satu IP Address Public tadi. Caranya pada menu sebelah kiri pilih IP > Firewall, setelah window Firewall terbuka pilih Tab NAT dan tambahkan satu rule dengan menekan tombol "+". Pada window New NAT Rule, isi pada Chain: srcnat, Src. Address: 0.0.0.0/0 (taukan artinya? Ya, IP source boleh dari semua IP), Out. Interface: Internet. Lalu pilih Tab Action, dan isi pada Action: masquarade click OK. Setting DNS dan DHCP Server Halaman: Setting DNS Server Ok sekarang kita akan setting DNS (Domain Name Server). Pada menu sebelah kiri pilih IP > DNS, pada window DNS click tombol Settings. Isi Primary DNS dan Secondary DNS berdasarkan data yang didapatkan dari ISP. Nah untuk contoh di sini kita hanya mendapatkan satu DNS maka kita isi saja di bagian Primary DNS dengan: 202.202.202.193. Jangan lupa centang Allow Remote Request agar client dapat memanfaatkan DNS ini untuk me-resolve IP. Sekarang kita akan coba ping ke internet melalui mikrotik ini terlebih dahulu. Pada menu sebelah kiri pilih New Terminal. Pada window Terminal, coba ping ke google dengan mengetikkan ping www.google.com, bila ada Reply maka anda sudah terhubung ke internet. Sekarang semua client akan bisa mengakses internet. seep dah... dah jago nih yeee.... mantab. Lanjut pada Which type of installation do you want, kita pilih Custom (advanced) karena tidak ada yang perlu di upgrade bukan? :p Pada windows Where do you want to install Windows terdapat empat (4) Harddisk sebesar 73GB sesuai dengan konfigurasi hardware sebelumnya. Sekarang kita akan mem-partisi dan mem-format semua harddisk tersebut. Pilih Disk 0 lalu click pada Drive options (advanced) maka akan muncul beberapa menu termasuk new partition dan format. Click New maka akan terpartisi Disk 0 menjadi dua partisi, pilih partisi kedua lalu click Format. Ulangi untuk semua harddisk. Setelah selesai mem-format, pilih Disc 0 Partition 2 lalu click Next. Maka Hyper-V akan ter-install. Ada dua kali restart, tetapi tunggu saja sampai selesai ;). Tanda selesai adalah muncul layar logon di monitor kita. Kalau gak muncul coba cek monitor jangan-jangan rusak monitor nya.. wkwkwkwkkw canda :p